My Writings. My Thoughts.

Kerana Selembar Bulu Mata

On » Wednesday, May 18, 2011 //
Selembar Bulu Mata



Diceritakan di Hari Pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang di adili.
Ia dituduh bersalah, mensia-siakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat.
Tetapi ia berkeras membantah.
"Tidak. Demi langit dan  bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu." 
"Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan
dirimu sendiri ke dalam dosa," jawab malaikat.
Orang itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi
anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yg sedang berdiri. Di
situ hanya ada dia sendirian. Makanya ia pun menyanggah, "Manakah
saksi-saksi yg kau maksudkan? Di sini tdk ada siapa kecuali aku dan suaramu."
"Inilah saksi-saksi itu," ujar malaikat. Tiba-tiba mata angkat bicara,
"Saya yg memandangi." Disusul oleh telinga, "Saya yg mendengarkan." Hidung pun
tidak ketinggalan, "Saya yang mencium." Bibir mengaku, "Saya yang merayu."
Lidah menambah, "Saya yang menghisap."
Tangan meneruskan, "Saya yang meraba dan meramas." Kaki menyusul,
"Saya yang dipakai lari ketika ketahuan." "Nah kalau kubiarkan,
seluruh anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian tentang perbuatan aibmu itu",
ucap malaikat. Orang tersebut tidak dapat membuka sanggahannya lagi.

Ia putus asa dan amat berduka, sebab sebentar lagi bakal dihumbankan ke
dalam jahanam. Padahal,rasa-rasanya ia telah terbebas dari tuduhan dosa itu.
  
Tatkala ia sedang dilanda kesedihan itu, sekonyong-konyong terdengar 
suara yg amat lembut dari selembar bulu matanya:
"Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi." "Silakan", kata
malaikat. "Terus terang saja, menjelang ajalnya, pada suatu tengah
malam yg lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata ketika ia
sedang menangis menyesali perbuatan buruknya.   
Bukankah nabinya pernah berjanji, bahwa apabila ada seorang hamba 
kemudian bertaubat, walaupun selembar bulu matanya
saja yg terbasahi air matanya, namun sudah diharamkan dirinya dari
ancaman api neraka? Maka saya, selembar bulu matanya, berani tampil sebagai
saksi bahwa ia telah melakukan tobat sampai membasahi saya dengan air
mata penyesalan." 
  
Dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang  tersebut di bebaskan dari 
neraka dan dihantarkan ke surga. Sampai terdengar suara bergaung kepada 
para penghuni surga: 
  "Lihatlah, Hamba Tuhan ini masuk surga karena pertolongan selembar bulu 
   mata." 
Firman Allah swt, 
"Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada di dalam 
kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, yang 
ingat-mengingati supaya mentaati kebenaran, dan yang ingat-mengingati 
dengan kesabaran."  Surah Al-Ashr 
Dari Abdullah bin 'Amr R.A, Rasulullah S.A.W
bersabda: " Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..." 

2 Response to "Kerana Selembar Bulu Mata"

zeta belweil Says:

BEST2...SO??AP LAGI...SILA BERTAUBAT!! (PESANAN UNTUK DIRI SENDIRI)

nuovic Says:

hehehe.. sila bertaubat jgak ( pesanan untuk diri sendiri)

My videos. Featured videos.

Networkedblogs

MY style 2010

MY style 2010

My photos. Now you know me.

Time

Browse Flickr

My lifestream. Stay updated with me.

my twEETer

My favblog. Feeds from them.

    I am the

    Photobucket